yang dimiliki kedua partikel serta suhu matahari. Aliran partikel-partikel angin surya ini terperangkap di medan magnetik bumi, beberapa dari partikel-partikel ini mengarah ke kutub bumi dengan kecepatan yang terus bertambah.
Jumat, 05 Oktober 2012
Terjadinya aurora di langit yang indah
Aurora adalah fenomena pancaran cahaya yang menyala-nyala pada lapisan ionosfer dari
sebuah planet sebagai akibat adanya
interaksi antara medan magnetik yang
dimiliki planet tersebut dengan partikel bermuatan yang dipancarkan oleh
Matahari (angin surya). Angin surya ini
adalah aliran elektron dan proton yang terlepas dari matahari akibat tingginya
energi kinetik
yang dimiliki kedua partikel serta suhu matahari. Aliran partikel-partikel angin surya ini terperangkap di medan magnetik bumi, beberapa dari partikel-partikel ini mengarah ke kutub bumi dengan kecepatan yang terus bertambah.
yang dimiliki kedua partikel serta suhu matahari. Aliran partikel-partikel angin surya ini terperangkap di medan magnetik bumi, beberapa dari partikel-partikel ini mengarah ke kutub bumi dengan kecepatan yang terus bertambah.
Benturan antara partikel-partikel ini dan atom-atom
yang terdapat dalam atmosfer bumi melepaskan energi yang menyebabkan
terbentuknya aurora di kutub bumi yang nampak seperti lingkaran besar yang mengelilingi kutub. Makanya
aurora lebih sering muncul dan bersinar lebih terang ketika matahari sedang
aktif-aktifnya mengeluarkan Corona Mass Ejection yang menyebabkan meningkatnya intensitas dari angin
surya.
Energi yang dilepaskan pada saat partikel tersebut
bertubrukan dapat dilihat secara visual melalui warna cahaya yang berbeda-beda.
Warna yang terlihat bergantung pada ketinggian dan jenis molekul yang ada.
Pada ketinggian di atas 300 km partakel tersebut
bertumbukan dengan atom hydrogen menimbulkan warna aurora kemerah-merahan.
Ketinggian 140 km, tumbukan dengan molekul oksigen menimbulkan aurora biru atau
ungu. Ketinggian 100 km, partikel bertumbukan dengan atom oksigen dan nitrogen
menimbulkan cahaya warna hijau atau merah muda.
Di bumi, aurora terjadi di daerah di sekitar kutub
Utara dan kutub Selatanmagnetiknya. Aurora yang terjadi di daerah sebelah Utara
dikenal dengan namaAurora Borealis, yang dinamai bersempena Dewi Fajar
Rom, Aurora, dan nama Yunani untuk
angin utara, Boreas. Ini karena
di Eropa, aurora sering terlihat
kemerah-merahan di ufuk utara seolah-olah Matahari akan terbit dari arah
tersebut. Aurora borealis selalu terjadi di antara September dan Oktober dan
Maret dan April. Fenomena aurora di sebelah Selatan yang dikenal
dengan Aurora Australismempunyai sifat-sifat yang serupa.Tapi
kadang-kadang aurora muncul di puncak gunung di iklim tropis.
kemagnetan di bumi adalah kemunculan aurora di daerah
kutub. Misalkan sebuah muatan dengan kecepatan tertentu masuk ke dalam daerah
yang mengandung medan magnet dengan sudut yang tidak tegak lurus dengan medan
magnet. Bentuk lintasan partikel berubah menjadi spiral.Bumi memiliki medan
magnet dengan arah keluar dari kutub selatan (kutub utara geografi bumi) dan
masuk di utara (kutub selatan geografi bumi) . jika partikel bermuatan dari
luar angkasa masuk ke bumi dengan sudut tertentu, maka partikel tersebut akan
bergerak dan melintasi menuju ke arah kutub bumi. selama bergerak dalam
lintasan spiral, partikel memiliki percepatan sehingga memancarkan gelombang
elektromagnetik. saat mendekati kutub bumi, konsentrasi partikel besar dan
gelimbang elektromagnetik sangat besar. dan dapat di amati di langit kutub
bumi.
Sumber :
www.diwanfisika.blogspot.com
Langganan:
Posting Komentar (Atom)








0 komentar:
Posting Komentar