• Integer vitae nulla!

    Integer vitae nulla!

    Suspendisse neque tellus, malesuada in, facilisis et, adipiscing sit amet, risus. Sed egestas. Quisque mauris. Duis id ligula. Nunc quis tortor. In hendrerit, quam vitae mattis interdum, turpis augue viverra justo, sed semper sem lorem sed ligula. Curabitur id urna nec risus volutpat ultrices....

  • Suspendisse neque tellus

    Suspendisse neque tellus

    Suspendisse neque tellus, malesuada in, facilisis et, adipiscing sit amet, risus. Sed egestas. Quisque mauris. Duis id ligula. Nunc quis tortor. In hendrerit, quam vitae mattis interdum, turpis augue viverra justo, sed semper sem lorem sed ligula. Curabitur id urna nec risus volutpat ultrices....

  • Curabitur faucibus

    Curabitur faucibus

    Suspendisse neque tellus, malesuada in, facilisis et, adipiscing sit amet, risus. Sed egestas. Quisque mauris. Duis id ligula. Nunc quis tortor. In hendrerit, quam vitae mattis interdum, turpis augue viverra justo, sed semper sem lorem sed ligula. Curabitur id urna nec risus volutpat ultrices....

  • Home
  • Senin, 08 Oktober 2012

    Ancaman Sampah Antariksa


    Sampai akhir abad ke 20, benda antariksa buatan manusia, dari ketinggian kurang dari 2.000 km mencapai sekitar 2.000 ton. Dari jumlah itu, 95% digolongkan menjadi sampah antariksa, dengan jumlah satelit aktif hanya sekitar 5%.
    Objek-objek tersebut mengorbit bumi dan saling bertemu
    dengan kecepatan rata-ata 10km/detik ( 36.000km/jam ). Jika mereka mengalami tabrakan antara satu dengan lainnya, maka mereka aan hancur menjadi kepingan-kepingan yang lebih kecil. Pada tahun 1960, jumlah satelit yang pecah hanya 1 satelit per tahun. Tetapi, sejak tahun 1980, sudah mencapai 5 satelit yang pecah per tahun.
    Diperkirakan lebih dari 40 juta potongan dari pecahan satelit atau roket sangat membahayakan satelit aktif karena tidak terdeteksi oleh jaringan radar saat ini. Sampah antariksa berukuran sangat kecil dan jumlahnya semakin banyak. Padahal, sampah halus ini berdampak negatif bagi satelit aktif.
    Untuk sampah berukuran 0,01mm – 1cm berdampak serius, apalagi jika terkena bagian-bagian yang sensitive. Satelit mikro adalah salah satu satelit yang bertabrakan dengan sampah antariksa yang berukuran besar hingga mengalami kerusakan yang serius.
    Kasus tabrakan sebuah satelit telekomunikasi milik AS dengan sebuah satelit tua Rusia yang sudah tak berfungsi lagi membuat para ilmuwan antariksa prihatin. Hal ini tentu saja menguatkan fakta bahwa benda-benda yang termasuk sampah antariksa itu sangat berbahaya.
    Kasus kerusakan lainnya juga dialami oleh pesawat ulang alik Chalenger 1983. Kaca pelindung pesawat itu harus diganti karena ditemukannya serpihan cat yang menabraknya. Ukuran serpihan cat tersebut sangat kecil, hanya sekitar 0,3 mm. Tetapi, karena diperkirakan kecepatan serpihan cat itu sangat tinggi, sekitar 14.000 km/jam, maka hal ini cukup mengganggu.
    Untuk kasus antenna teleskop antariksa Hubble yang mengalami kerusakan akibat tumbukan sampah antariksa juga menambah daftar panjang kasus yang disebabkan oleh sampah antariksa. Akibatnya timbul lubang berukuran 1,9 cm x 1,7 cm.
    Sampah antariksa tidak hanya berakibat buruk bagi benda-benda langit lainnya, namun juga adanya kemungkinan sampah tersebut jatuh ke bumi. Semakin rendah posisi orbit satelit atau sampah antariksa, semakin cepat pula kemungkinan untuk jatuh ke permukaan bumi.
    Masa hidup satelit atau sampah antariksa bertahan pada orbitnya sangat bergantung pada hambatan atmosfer. Semakin rendah ketinggian satelit, hambatan atmosfer semakin besar karena semakin rapat.
    Aktivitas matahari juga berkaitan dengan sampah antariksa. Sampah antariksa jatuh ke bumi akibat terjadinya efek pemuaian atmosfer karena peningkatan intensitas sinar ultra violet. Peningkatan aktivitas matahari juga dapat menyebabkan kerapatan atmosfer meningkat dan hambatan terhadap satelit juga meningkat. Satelit yang berada disekitar 1000 km akan mengalami perlambatan gerak akibat peningkatan kerapatan atmosfer sehingga akhirnya jatuh ke bumi. Jadi bisa disimpulkan bahwa factor yang menentukan adalah ketinggian satelit saat terjadinya pemuaian atmosfer.
    Ketika aktivitas matahri mulai lemah, satelit atau sampah antariksa di ketinggian 600 km, akan mampu bertahan selama puluhan tahun. Namun, jika matahari aktif, satelit dan sampah antariksa tersebut hanya mampu bertahan selama 1 tahun. Saat Skylab jatuh pada tahun 1979, peningkatan aktivitas matahari yang melebihi perkiraan awal yang mempengaruhinya.
    Menambahnya jumlah benda antariksa buatan manusia dan populasi antariksa, membuat potensi jatuhnya benda langit semacam sampah antariksa semakin besar. Data pantauan jaringan radar menunjukkan, bahwa setiap 2-3 hari, ada bekas satelit, atau sampah antariksa yang jatuh ke bumi. Untuk benda yang berukuran besar dan memiliki bobot beberapa puluh ton, rata-rata 2 minggu sekali, ada saja yang jatuh.
    Bisa saja jika benda itu jatuh di lapangan terbuka yang tak akan menimbulkan korban jiwa. Tapi bukan tidak mungkin jika benda tersebut jatuh tepat di rumah warga. Hal ini tentu saja akan membahayakan dan merugikan bagi warga. Meskipun benda langit berpotensi kecil untuk membahayakan bumi beserta isinya, namun tak ada salahnya jika kita waspada dan tanggap menghadapiny.
    Berdasarkan penelitian, kemungkinan seorang manusia terkena benda langit yang jatuh adalah 1 : 1.000.000.000.000. Sedangkan kemungkinan yang ada pada pesawat terbang untuk terkena benda langit tersebut adalah 1 : 10.000.000. Sampai sejauh ini, memang belum ada laporan orang atau barang yang terkena benda jatuh dari antariksa. Bila terkena, tentu saja dampaknya sangat hebat. Karena benda yang jatuh dari antariksa mempunyai kecepatan sampai puluhan bahkan ratusan km/jam.

    Sumber : Kompassiana.com

    0 komentar:

    Posting Komentar