(Sumber : InfoAstronomy)
Selasa, 16 Oktober 2012
Planet Raksasa yang Hilang di Tata Surya
Selama ini, astronom memercayai
bahwa Tata Surya memiliki 4 planet raksasa, yakni Jupiter, Saturnus,
Neptunus, dan Uranus. Namun, analisis terbaru menunjukkan bahwa Tata
Surya dengan 4 planet raksasa adalah janggal. Kemungkinan, Tata Surya
memiliki 5 planet raksasa.
David Nesvorny dari Southwest Research
Institute di San Antonio, Texas, Amerika Serikat, adalah ilmuwan yang
mengungkapkan pendapat baru itu. Untuk sampai pada kesimpulannya,
Nesvorny membuat 6.000 simulasi komputer yang menganalisis obyek di
sekitar Neptunus dan kawah Bulan.
Berdasarkan analisis Nesvorny, Tata
Surya hanya memiliki 2,5 persen kemungkinan menjadi seperti sekarang
jika sejak awal hanya memiliki 4 planet raksasa. Sementara ada 10 kali
lebih besar kemungkinan bagi Tata Surya menjadi seperti saat ini jika
awalnya memiliki 5 planet raksasa.
"Kemungkinan Tata Surya memiliki lebih
dari 4 planet raksasa dan melemparkan beberapa di antaranya, terkesan
cocok dengan penemuan banyaknya planet yang ada di wilayah antarbintang,
yang menunjukkan bahwa terlemparnya planet adalah hal yang umum."
David nesvorny
Planet raksasa kelima itu dipercaya terlempar dari Tata Surya. Saat Tata
Surya berusia 600 tahun, ada periode ketidakstabilan orbit planet. Ada
planet yang berpindah ke Sabuk Kuiper, wilayah dekat Neptunus, dan ada
yang berpindah ke dalam.
Jupiter yang memiliki pengaruh
gravitasi kuat diketahui adalah salah satu biang keladinya. Orbit
Jupiter bisa berubah tiba-tiba dan satu planet raksasa terlempar dari
Tata Surya karenanya. Sementara planet-planet lain tetap bertahan.
Pada Space.com, Nesvorny mengatakan
bahwa temuan ini memunculkan pertanyaan. Salah satunya tentang planet
Mars dan planet Super Bumi, apakah mereka terbentuk di Tata Surya Luar
(setelah orbit Mars) lalu tereliminasi.
Pendapat Nesvorny memang fantastis dan
membuat orang tercengang. Namun, ia sendiri merasa bahwa pendapatnya
masih harus diuji kebenarannya dengan serangkaian penelitian. Hasil
analisis Nesvorny dipublikasikan di edisi online Astrophysical Journal
Letters.
(Sumber : InfoAstronomy)
(Sumber : InfoAstronomy)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)






0 komentar:
Posting Komentar