Sumber : Wikipedia
Jumat, 05 Oktober 2012
supermoon
Bulan
super adalah
istilah yang digunakan oleh para astrolog untuk
menggambarkan keadaan bulan penuh ketika bulan berada
dalam posisi terdekatnya dengan Bumi (perigee).
Istilah ini tidak diterima secara luas, terutama di kalangan ilmuwan. Secara
spesifik, bulan super bisa merupakan bulan purnama atau bulan baru, yang jaraknya dengan bumi sekitar 10%
atau kurang dari jarak
lintasannya dengan bumi. Ketika fenomena ini terjadi, bulan nampak lebih besar
dan lebih terang, meskipun perubahan jaraknya hanya beberapa kilometer.
Fenomena
bulan super sebelumnya terjadi tahun 1955, 1974, 1992, dan 2005. Pada 19 Maret 2011, bulan super akan mengalami jarak
terdekatnya dalam 18 tahun terakhir, dengan prakiraan jarak sekitar
356.577 kilometer (221,567 mil). Pada 19 Maret, fenomena perigee
bulan, yang memiliki siklus sekitar 27,3 hari, terjadi bersamaan dengan bulan
purnama yang muncul tiap 29 hari. Ketika perigee bulan terjadi bersamaan
dengan bulan purnama, permukaan bulan akan tampak 14 persen lebih besar dan 30
persen lebih terang dari bulan purnama.
Bulan super
kadang dihubung-hubungkan dengan bencana alam, seperti gempa bumi, gunning meletus dan lain-lain. Itu karena waktu terjadinya
bulan super hampir selalu berdekatan dengan terjadinya suatu bencana alam
tertentu. Namun,
bulan super tidak cukup kuat untuk memengaruhi permukaan tanah ataupun gunung berapi di Bumi, pengaruh dari fenomena bulan super
ini di bumi hanyalah naiknya permukaan laut sekitar beberapa inci di beberapa
daerah.
Pengaruh
fenomena bulan super terhadap peningkatan aktivitas seismik justru terjadi di permukaan bulan
sendiri, meskipun efeknya tidak terlalu besar. Ketika berada dalam keadaan
bulan super, bulan mengalami gempa. Hal ini terdeteksi oleh instrumen seismologi yang ditinggalkan oleh para
astronot Apollo 11 di bulan.
Istilah
bulan super pertama kali dikemukakan oleh astrolog Richard Nolle pada tahun
1979.
Sumber : Wikipedia
Langganan:
Posting Komentar (Atom)






0 komentar:
Posting Komentar