sampah antariksa sebagai benda buatan manusia yang mengitari bumi selain satelit yang berfungsi dan bahkan sampah antariksa lebih banyak bahayanya. Sampah antariksa meliputi pecahan satelit dan roket, satelit yang tidak berfungsi, benda-benda yang terlepas dari satelit dan roket, baik yang disengaja, mau pun tidak disengaja, seperti mur, penutup lensa, dan lain-lain.
Jumat, 05 Oktober 2012
Tentang Sampah Antariksa
Benda langit dapat tercipta karena
Tuhan yang menciptakannya, dan juga ada benda langit yang buatan manusia. Tidak
hanya terdiri dari bulan, bintang, satelit, meteor, dan sebagainya. Tapi, ada
benda langit yang tidak banyak dikenal dan dipahami kegunaan atau bahayanya
oleh orang awam, yaitu sampah antariksa.
Jadi Apa
sebenarnya sampah antariksa itu? Para ilmuwan mendefinisikan
sampah antariksa sebagai benda buatan manusia yang mengitari bumi selain satelit yang berfungsi dan bahkan sampah antariksa lebih banyak bahayanya. Sampah antariksa meliputi pecahan satelit dan roket, satelit yang tidak berfungsi, benda-benda yang terlepas dari satelit dan roket, baik yang disengaja, mau pun tidak disengaja, seperti mur, penutup lensa, dan lain-lain.
sampah antariksa sebagai benda buatan manusia yang mengitari bumi selain satelit yang berfungsi dan bahkan sampah antariksa lebih banyak bahayanya. Sampah antariksa meliputi pecahan satelit dan roket, satelit yang tidak berfungsi, benda-benda yang terlepas dari satelit dan roket, baik yang disengaja, mau pun tidak disengaja, seperti mur, penutup lensa, dan lain-lain.
Berdasarkan penelitian, komposisi
sampah antariksa adalah sebagai berikut :
- 17% berupa bagian badan roket
- 19% sampah berhubungan dengan aktivitas misi di
antariksa.
- 22% berupa pesawat antariksa atau satelit yang
tidak berfungsi.
- 42% berupa pecahan-pecahan atau sisa komponen (
bahan baker, baterai, cat yang mengelupas. )
Sampah antariksa berjumlah 11.000
objek berukuran lebih dari 10cm, dan 100.000 objek berukuran antara 1-10cm.
letak sampah antariksa yang paling banyak, terdapat pada kawasan orbit rendah (
2.000 km di atas permukaan bumi ).
Menurut badan antariksa Eropa dalam situsnya sejak diluncurkannya satelit buatan pertama Sputnik (
4 Oktober 1957 hingga 1 Januari 2008 ). Secara total, sudah ada 6.000 satelit
yang beredar di orbit bumi. Namun, hanya sekitar 800 satelit saja yang masih
aktif, dan sekitar 5.200 satelit lainnya, turut menjadi sampah antariksa dan
tinggal bersama serpihan-serpihan sisa ledakan pesawat antaiksa dan benda
langit lainnya.
Sumber : Kompassiana.com
Langganan:
Posting Komentar (Atom)






0 komentar:
Posting Komentar