Selasa, 16 Oktober 2012
Mengapa Bintang Tampak Berkedip?
Penyebab utamanya adalah karena bumi memiliki atmosfer. Banyaknya
lapisan udara dengan temperatur yang berbeda-beda di atmosfer
menyebabkan lapisan-lapisan udara tersebut bergerak-gerak sehingga
menimbulkan turbulensi. Turbulensi ini bentuknya sama seperti ombak atau
gelombang di laut dan kolam renang. Jadi untuk mendapatkan gambaran
seperti apa yang terjadi di atmosfer, bayangkan sebuah kolam renang yang
permukaannya tidak tenang.
Sebuah koin yang terletak diam di dasar kolam renang akan tampak
bergerak-gerak jika kita lihat dari atas permukaan air. Gerak semu ini
terjadi karena adanya refraksi/pembiasan. Menurut ilmu fisika, ketika
berkas cahaya melewati dua medium yang indeks biasnya berbeda, cahaya
tersebut akan dibiaskan/dibelokkan. Untuk kasus koin di kolam renang,
cahaya yang dipantulkan koin melewati dua medium yang indeks biasnya
berbeda, yaitu air dan udara, sebelum jatuh di mata. Dan karena
permukaan air yang tidak tenang, posisi koin yang sebenarnya tetap pun
akan tampak berpindah-pindah.
Hal yang sama terjadi pada cahaya bintang yang melewati atmosfer
bumi. Ketika memasuki atmosfer bumi, cahaya bintang akan dibelokkan oleh
lapisan udara yang bergerak-gerak. Akibatnya posisi bintang akan
berpindah-pindah. Tetapi karena perubahan posisinya sangat kecil untuk
dideteksi mata, maka kita akan melihatnya sebagai kedipan.
Lalu, bagaimana dengan planet, mengapa planet tidak tampak berkedip?
Bintang, sebesar apapun ukurannya dan sedekat apapun jaraknya, akan
tampak sebagai sebuah titik cahaya jika diamati dari bumi, bahkan dengan
teleskop terbaik yang dimiliki manusia. Sedangkan planet yang memiliki
ukuran yang jauh lebih kecil daripada bintang akan tampak lebih besar
dari bumi karena jaraknya yang jauh lebih dekat. Dengan teleskop kecil
saja kita akan dapat melihat planet sebagai sebuah piringan, bukan
sebagai sebuah titik cahaya. Ukuran piringan ini cukup besar sehingga
turbulensi atmosfer tidak memberikan pengaruh yang nyata pada berkas
cahaya planet. Dilihat dari permukaan bumi, planet pun akan tampak tidak
berkedip. Kecuali pada kondisi atmosfer yang turbulensinya sangat kuat,
atau saat planet berada di dekat horison, planet akan tampak berkedip
juga. Karena pada saat planet berada di dekat horison (sesaat setelah
terbit atau sebelum tenggelam), berkas cahayanya harus melewati atmosfer
yang lebih tebal.
Setelah kita tahu bahwa penyebab bintang tampak berkedip adalah
atmosfer bumi, kita bisa sesuaikan dengan kebutuhan kita dalam melakukan
pengamatan. Jika kita ingin mengamati bintang dengan gangguan atmosfer
paling sedikit, kita bisa tunggu hingga bintang tersebut berada dekat
meridian. Atau jika kita ingin melihat bintang tidak berkedip sama
sekali, kita bisa pergi ke luar angkasa, atau bulan, atau planet yang
tidak memiliki atmosfer (ingat, bulan tidak memiliki atmosfer). Ada yang
ingin membuktikan sendiri?
Langganan:
Posting Komentar (Atom)






0 komentar:
Posting Komentar