- obyek atau planet yang mengitari bintang lain.
- obyek yang massa benarnya kurang dari batas massa untuk terjadinya pembangkitan reaksi fusi termonuklir deutrium (saat ini batas massa tersebut adalah 13 massa Jupiter) yang mengorbit bintang atau sisa sebuah bintang adalah planet (bagaimanapun proses pembentukannya). Ukuran dan massa minimum untuk sebuah obyek extrasolar diperhitungkan sebagai planet harus sama dengan kriterian yang ada di Tata Surya.
- obyek sub-bintang dengan massa benar di atas batas massa untuk pembangkitan reaksi termonuklir deutrium digolongkan sebagai bintang katai coklat, tanpa memperhitungkan proses pembentukan dan lokasinya.
- obyek mengambang bebas dalam gugus bintang muda dengan massa kurang dari batas massa terjadinya reaksi fusi termonuklir deutrium bukanlah sebuah planet melainkan sub-katai coklat (atau nama lain yang sesuai).
Sabtu, 13 Oktober 2012
Planet Pengembara
Ilustrasi
planet mengambang bebas. Kredit : NASA/JPL-Caltech
Cerita menarik
kembali datang dari dunia extrasolar planet. Para astronom baru saja menemukan
planet baru yang mengambang bebas terpisah dari sistemnya di ruang angkasa nan
gelap. Jauh dari bintang induknya yang bercahaya.
Planet Yang
Mengambang Bebas
Planet yang
baru saja ditemukan oleh tim astronom gabungan Jepang-Selandia baru tersebut
merupakan planet yang akan menempati kelas baru karena ia berada sendirian
seperti anak yatim piatu yang kehilangan orang tuanya. Obyek yang diduga planet
mengambang bebas tersebut memiliki ukuran seperti planet Jupiter dan diduga ia
berada sendiri karena terlontar keluar dari sistem keplanetan yang sedang
terbentuk.
Penemuan planet
tersebut terjadi saat para astronom melakukan pengamatan untuk mensurvei area
pusat galaksi Bima Sakti pada tahun 2006-2007. Dari pengamatan tersebut para
astronom menemukan setidaknya ada 10 planet yang mengambang bebas dengan massa
Jupiter. Planet-planet yang mengembara sendirian ini jelas berada pada orbit
yang terisolasi dan sangat sulit untuk dikenali sehingga tidak dapat dengan
mudah dideteksi keberadaannya. Planet-planet baru tersebut ditemukan berada
pada jarak sekitar 10000-20000 tahun cahaya dari Bumi.
Keberadaan
planet yang mengambang bebas sebenarnya sudah diprediksi keberadaannya sejak
lama, dan ada beberapa obyek yang dijadikan kandidat planet mengambang bebas.
Akan tetapi pendeteksian secara langsung keberadaan planet mengambang bebas
baru bisa dilakukan sekarang. Keberadaan planet-planet ini akan memberi
implikasi yang sangat besar pada model pembentukan sistem keplanetan dan
evolusinya.
Penemuan ke-10
planet mengambang bebas mengindikasikan ada lebih banyak lagi obyek dengan
massa Jupiter yang mengambang bebas namun tidak terlihat. Diperkirakan planet
yang mengambang bebas memiliki jumlah 2 kali dari jumlah bintang dan tampaknya
planet seperti ini bukan hal yang “unik” melainkan umum ditemukan seumum planet
yang mengitari bintang.
Tapi kenapa
tidak mudah ditemukan? Tentunya karena planet tidak memiliki cahaya sendiri dan
jika si planet sudah terlepas dari bintang induknya, maka ia akan menjadi obyek
dingin yang berada sendirian di tengah kegelapan. Inilah yang menyulitkan
pendeteksian obyek-obyek tersebut. Dan jika planet mengambang bebas memang umum
ditemukan, maka diperkirakan ada tambahan sampai dengan ratusan miliar planet
tunggal di galaksi Bima Sakti.
Survei yang
dilakukan oleh tim astronom gabungan Jepang-Selandia Baru tersebut merupakan
sensus populasi galaksi Bima Sakti dengan mengambil sampel area tertentu di
galaksi untuk kemudian dilakukan estimasi jumlah keseluruhan penghuni galaksi.
Survei yang dilakukan tidaklah sensitif pada planet yang lebih kecil dari
Jupiter dan Saturnus sehingga belum ditemukan adanya planet mengambang bebas
yang lebih kecil dari itu. Akan tetapi, teori yang ada memprediksi kalau planet
ber-massa rendah seperti Bumi justru lebih sering terlontar keluar dari sistem
keplanetan yang sedang terbentuk. Dengan demikian planet Bumi mengambang bebas
diduga jauh lebih umum dibanding planet Jupiter mengambang bebas.
Asal Usul
Planet Mengambang Bebas
Dalam observasi
yang dilakukan sebelumnya, tercatat ada 6 obyek yang mengambang bebas dan
diduga sebagai obyek serupa planet dalam gugus pembentukan bintang dan memiliki
massa sekitar 3 massa Jupiter. Tapi para astronom menduga kalau obyek-obyek
tersebut merupakan benda gas yang pembentukannya seperti pembentukan bintang
dan bukan planet. Obyek-obyek yang kecil dan redup tersebut kemudian dikategorikan
dalam bintang katai coklat yang terbentuk dari keruntuhan bola gas dan debu
namun kekurangan massa untuk membangkitkan reaksi fusi nuklir di dalam dirinya.
Dan obyek-obyek tersebut kemudian menjadi bintang katai coklat terkecil dengan
ukuran yang “hampir sama” dengan planet raksasa.
Di sisi lain,
dalam perjalanan pembentukan sebuah sistem planet, ada planet-planet yang
kemudian terlontar keluar dari sistemnya di masa awal pembentukan sebagai
akibat pergolakan di dalam sistem tata bintang tersebut. Pergolakan dalam
sebuah sistem planet yang sedang terbentuk merupakan hal yang umum terjadi.
Diduga sebuah planet bisa terlontar keluar dari sistem sebagai akibat gangguan
gravitasi yang terjadi saat berpapasan dengan planet atau bintang lain. Tanpa bintang
yang harus dikitari, planet-planet ini akan bergerak di dalam galaksi seperti
halnya yang dilakukan matahari dan bintang-bintang lain dalam orbit yang stabil
mengitari pusat galaksi. Penemuan ke-10 planet Jupiter mengambang bebas menjadi
salah satu bukti pendukung skenario planet yang terlontar keluar dari sistem,
meskipun kemungkinan bahwa si obyek merupakan “bintang katai coklat terkecil”
juga ada.
Jika planet
mengambang bebas terbentuk seperti halnya bintang, maka diperkirakan dalam
survei tersebut hanya ditemukan 1-2 obyek dan bukannya 10. Hasil pengamatan
dalam survei tersebut juga memberi informasi bahwa sistem keplanetan seringkali
tidaklah stabil dan ada planet-planet yang kemudian “dibuang” dari rumah
kelahirannya tersebut.
Kemungkinan
lainnya adalah sebagian dari planet yang ditemukan terebut mengorbit bintang
yang sangat jauh. Akan tetapi kemungkinan ini dibantah oleh sebuah penelitian
lain yang mengindikasikan kalau planet dengan massa Jupiter pada yang megorbit
bintang dari jarak yang sangat jauh sangatlah jarang.
Definisi
Extrasolar Planet
Penemuan ke-10
obyek mengambang bebas tersebut menempatkan mereka masuk dalam kategori planet
mengambang bebas. Berdasarkan kesepakatan Working Group on extrasolar Planets
(WGESP) Of The International Astronomical Union, definisi extrasolar planet
adalah :
Dengan
demikian, tampaknya perlu ada pendefinisian ulang dari kategori planet
mengambang bebas dengan mempertimbangkan bahwa ada planet-planet yang terlontar
keluar dari sistem dan mengembara sendirian di ruang angkasa. Dan disinilah
menariknya ilmu pengetahuan, ia tidak statik namun dinamis mengikuti
bukti-bukti baru yang terus bermunculan. Di masa depan, dengan peningkatan
kemampuan instrumentasi maka penemuan planet Bumi mengambang bebas juga bisa
saja terjadi.
Sumber : Langitselatan.com
Langganan:
Posting Komentar (Atom)






0 komentar:
Posting Komentar