Sabtu, 13 Oktober 2012
Planet di Bintang Kembar Tiga
Mungkinkah
sebuah planet ada dan bertahan di sistem multi bintang? Inilah yang senantiasa
menjadi pertanyaan para astronom. Bahkan sesungguhnya para astronom skeptis
dengan ide tersebut. Bagaimana tidak?
Sistem dengan
beberapa bintang tentunya akan memberikan gaya gravitasi yang secara konstan
yang mengganggu planet-planet sehingga mereka akan keluar dari orbitnya
seandainya planet memang ada di sistem tersebut. Keraguan boleh ada… tapi
kenyataan berbicara sebaliknya. Astronom berhasil menemukan beberapa planet
dalam sistem multi bintang. Salah satunya adalah
planet yang baru saja
ditemukan pada sistem bintang bertiga HD 132563.
Apa pentingnya
kita mengetahui planet di sistem multi bintang?
Keberadaan
planet di sistem multi bintang memiliki peran yang penting untuk menentukan
frekuensi planet di galaksi Bima Sakti karena lebih dari setengah bintang tipe
Matahari merupakan sistem multi bintang. Planet dalam bintang berpasangan
juga dapat memberi pemahaman yang lebih baik mengenai proses pembentukan dan
evolusi planet sebagai akibat efek dinamik yang diberikan oleh bintang pasangan
pada piringan protoplanet dan pada sistem keplanetan yang sudah terbentuk.
Tetapi, karena
skeptisme para astronom terkait planet di sistem multi bintang, kriteria
pencarian planet-planet baru biasanya tidak memasukkan bintang berpasangan,
bintang bertiga dan sistem multi bintang. Meskipun demikian ternyata ada
planet-planet yang tumbuh dan berkembang pada sistem seperti ini. Di tahun
2005, untuk pertama kalinya sebuah planet ditemukan pada sistem bintang
bertiga. Pencarian planet pada sistem multi bintang mulai diperhitungkan dan
memang ditemukan juga planet di sistem seperti itu.
Pengamatan
dilakukan pada bintang ganda dengan berbagai konfigurasi dan ditemukan beberapa
planet pada sistem berpasangan yang jaraknya cukup berjauhan sehingga efek yang
ditimbulkan oleh bintang pasangan pada sistem keplanetan diharapkan kecil. Tapi
ada juga planet yang mengorbit pada bintang berpasangan yang jarak antar kedua
bintangnya cukup kecil yang menurut teori sebenarnya sulit bagi planet untuk
terbentuk. Konfigurasi yang bervariatif ini semakin diperluas dengan penemuan
planet pada sistem bintang bertiga dan yang terakhir ini ditemukan pada sistem
bintang kembar tiga yang planetnya bergerak mengitari orbit bintang ganda
gerhana
Planet HD
132563Bb
Planet baru
pada sistem bintang HD 132563 tersebut ditemukan mengitari sistem bintang
kembar 3 sebagai bagian dari penelitian yang sudah dilakukan selama 10 tahun.
Dua bintang utama dalam sistem kembar tiga tersebut merupakan bintang yang
serupa Matahari dalam hal massa meskipun tidak lazim karena memiliki logam yang
sedikit. Keduanya saling mengorbit pada jarak 400 SA dan bintang utamanya HD
132563A ternyata merupakan bintang ganda yang bintang pasangannya
memiliki massa 0,5-0,6 massa Matahari dan menjadikan sistem bintang tersebut
merupakan sistem bintang bertiga.
Exoplanet pada
sistem bintang kembar tiga tersebut ditemukan mengorbit bintang HD 132563B dari
hasil pengamatan spektroskopik dengan massa 1,49 kali massa Jupiter dan jarak
dari bintang induk 2.6 SA dengan kelonjongan aka eksentrisitas 0,22. Planet
tersebut termasuk golongan planet raksasa dengan eksentrisitas yang tidak biasa
pada jarak separasi 2,6 SA. Karena orbit dari sistem HD 132563 belum
diketahui, para astronom yang dipimpin oleh Silvano Desidera dari Astronomical
Observatory di Padova, Italia belum bisa melakukan penelitian lebih lanjut
terkait stabilitas planet di sistem bintang kembar tiga itu. Akan tetapi
keberadaan pasangan HD132563A dengan jarak beberapa kali lebih besar dari jarak
planet ke bintang induk memberi indikasi kalau orbit planet tersebut stabil.
HD 132563Bb,
exoplanet yang mengitari bintang HD 132563B dengan periode 4 tahun tersebut
merupakan satu di antara 8 planet yang mengitari sistem bintang bertiga.
Bintang induknya, HD 132563B merupakan bintang dengan massa hampir sepadan
massa Matahari namun memiliki kelimpahan logam yang sedikit. Pasangannya memiliki suhu hanya 200 K lebih hangat,
perbedaan temperatur yang kecil ditambah selubung konvektif bintang yang juga
kecil menyebabkan sistem ini ideal untuk dipelajari proses akresi dari planet
yang kaya logam.
Bintang HD
132563B memiliki usia sekitar 1-3 milyar tahun jika dilihat jumlah aktifitas
bintang dan jumlah keberadaan lithium di atmosfer bintang (yang berkurang
seiring waktu). Namun jika dilihat dari massa dan luminositas diperkirakan
usianya sekitar 5 milyar tahun. Tim peneliti ini juga mencapai kesimpulan bahwa
sistem planet pada sistem bintang bertiga merupakan hal yang umum seperti
halnya pada bintang ganda yang lebar atau pada bintang tunggal.
Sumber : Langitselatan.com
Label:
Bintang,
Fenomena Astronomi,
Penemuan Baru,
Tata Surya
Langganan:
Posting Komentar (Atom)






0 komentar:
Posting Komentar